Menggambar itu Sulit Sekali, Kata Mereka

Pernahkah mendengar seorang anak atau bahkan seumuran kita yang mengatakan bahwa menggambar itu sulit? Pasti sering dan banyak. Yang membuat saya cukup penasaran adalah, darimana kesimpulan itu dibuat? Mengapa mereka mengatakan menggambar itu sulit?

Lalu secara tidak sengaja saya menemukan jawabannya ketika mengajar esktrakurikuler menggambar di tempat saya mengajar. Tapi dari sini pelan-pelan saja membacanya, karena cukup menarik untuk kita renungkan bersama 🙂

Menggambar itu Sulit, Bu Guru!

Saya adalah seorang guru di sebuah Sekolah Dasar yang kebetulan mendapat tugas sebagai guru ekstrakurikuler menggambar. Hari pertama, seperti pertemuan-pertemuan pada umumnya, pasti perkenalan terlebih dahulu. Lalu pemanasan berupa pengenalan alat dan lain sebagainya.

Setelah prosesi itu selesai, tibalah saat yang ditunggu-tunggu: menggambar! Saya sangat bersemangat memulai ini karena penasaran seberapa antusiasme anak-anak, dan seberapa kreatif mereka. Saya mulai dengan menggambar ikan yang sederhana dan tentu saja menurut saya mudah. Tak lupa saya berkata berulang-ulang, “ini hanya contoh, kalian bebas menggambar ikan yang kalian suka.”

Saya pun berkeliling untuk melihat proses mereka menggambar. Beberapa anak berulang kali menghapus gambarannya dan berkata, “Jelek, Bu Guru.”

Lalu anak yang lain, yang bahkan pandai melukis berkata, “Susah, Bu. Jelek gambar saya.” Padahal setelah diwarnai, saya tidak bisa berkata gambar miliknya jelek seperti yang ia katakan.

Jadi, Mengapa Mereka Berkata Menggambar itu Sulit?

Saya memiliki hipotesis mengapa menurut mereka menggambar itu tidak mudah setelah melihat kejadian di atas.

1. Kurang Percaya Diri

Bukannya sulit, tapi mereka kurang percaya diri terhadap hasil menggambar mereka. Entah awalnya merasa bagus lalu setelah melihat milik orang lain ia merasa gambarannya lebih jelek. Atau mungkin dari awal sudah percaya dan beranggapan bahwa gambarannya selalu jelek dan akan tetap jelek. Wow, mengerikan.

2. Ekspektasi di Atas Awan

Tidak apa-apa mengharapkan hasil yang baik. Kenapa? Ya, karena memang tidak masalah. Kebalikan dari poin pertama, justru hal ini dikarenakan rasa percaya tinggi yang terlalu tinggi. Siap-siap kecewa kalau hasil tidak sesuai ekspektasi.

3. Menganggap Menggambar itu Harus Sama Persis dan Dinilai Bagus

Saat ekstrakurikuler menggambar itu tidak sedikit anak yang menghapus gambar mereka. Alasannya karena dirasa kurang mirip dengan ikan yang biasa mereka lihat.

Entah siripnya yang kurang lebar, ekor yang terlalu kecil, dst. Ditambah lagi komentar dari teman-teman. Misalnya, “eh, kok ikan kamu ekornya kecil? Kok, siripnya ada tiga? Lho kok ada kakinya? Kan, ikan berenang?!”

4. Tidak Pernah Melihat Bendanya

Seorang alumni TK kenalan saya yang juga menganggap menggambar itu sulit, ternyata punya cerita lain. Menurutnya menggambar itu bukan hal yang mudah karena ia tidak pernah melihat bendanya secara langsung. Jadi, gimana mau membayangkan bentuknya? Melihat bendanya saja belum pernah 😀

Jadi, Gimana dong?

Bagi saya, jelas menggambar itu mudah. Oleh karenanya, menurtu saya, tidak perlu sebagus gambar seniman, tidak harus sama persis seperti benda aslinya. Bahkan, tidak harus dinilai bagus oleh orang lain.

Pengecualian untuk poin keempat. Terkadang imajinasi kita lahir dari pengalaman kita dimasa lalu. Entah itu dengan melihat, mendengar, atau membaca.

Saya juga tidak mungkin memaksakan pemikiran tersebut kepada orang lain apalagi anak-anak. Di samping itu, masing-masing pasti memiliki alasan tertentu.

Perbedaan pengalaman menuntun masing-masing orang untuk membuat suatu penilaian dan pemahaman. Lagi pula, tidak salah juga menganggap bahwa menggambar itu sulit.

Tapi, saya khawatir jika pemikiran itu malah menghambat kreatifitas. Apalagi jika sampai mengembangkan rasa tidak percaya diri dan berujung pada putus asa. Maka, saya sangat berharap anak-anak tidak sedikit-sedikit berkata sulit pada hal-hal yang sebenarnya tidak sesulit itu.

Dan semoga mereka dan juga kita lebih mengenal diri sendiri agar lebih menghargai seberapapun hasil yang didapatkan.

Salam,

nomsaa

19 thoughts on “Menggambar itu Sulit Sekali, Kata Mereka

  1. Tulisan dari hati banget ini. Pasti berbekal dari pengalaman pribadi seorang ibu guru…

    Menggambar (dan juga hal2 lain) dibilang sulit sejatinya karena belum benar2 mencoba. Aku juga begitu, sih.

  2. Tidak ada yang sulit, guru dan orangtua berperan sangat penting disini untuk mengapresiasi. Anak-anak tentu mempunyai bakatnya masing-masing, tapi jangan sampai salah satu hal seperti menggambar menjadi hal yang dia benci karena merasa gambarnya tidak bagus. Harus ada apresiasi dari orangtua dan guru agar anak bisa lebih bersemangat terutama dalam menggambar

  3. Waduh mbak, jawaban yang sama akan saya berikan. Sulit sekali. Padahal di kepala sudah pengen banget gambar apa gitu yang ada. Tapi pas menorehkan pinsil di kertas tiba-tiba tidak tahu mau gambar apa. Bingung. Gambar orang saja saya tidak bisa huhu. Bisanya cuma gambar ban, bola, pohon kelapa hehe. Mau dong mbak diajari gambar, serius deh

  4. Dulu pas masih SD kadang lihatin hasil gambar kita ke teman malu banget. Tapi kalo PR gambar semangat banget, soalnya gambarnya dibantu gambarin sama teteh atau om saya yang arsitek dan jago gambar. Hahaha. Lucu sih kalo ingat masa kecil dulu.

    Sekarang anak saya justru lebih percaya diri menggambar, walaupun bentuknya masih acakadut. Awalnya dia menggambar pola sama semua, warnanya satu warna semua. Lama-lama mulai berbentuk, dan masih terus berlatih sampai sekarang. Yg penting itu adalah meningkatkan kepercayaan diri anak supaya bangga dengan hasil karyanya sendiri. Nice artikel mba.

  5. Waktu saya kecil saya juga selalu bilang gambar saya jelek karena selalu berorientasi dengan gambar orang lain yang lebih bagus, menurut saya wajar si bu guru soalnya anak kecil imajinasi nya masih tinggi hehe

  6. heheheh saya jadi ingat, anak saya pernah bertanya, kenapa anak-anak jaman dulu itu selalu gambarnya dua gunung, ada matahari di tengah dan di depan gunung ada sawahnya.

    Bingung saya jawabnya.

  7. Wah menarik ini materinya
    Kadang-kadang apa yang terlihat sulit itu karena pikiran kita yang membatasi
    Semangat bu guru
    Trus memberi motivasi ke anak-anak agar mereka jadi pribadi yang percaya diri
    Gak ada gambar yang jelek, karena itulah hasil imajinasi setiap anak

  8. Ini kata saya banget Mbak… menggambar itu sulit sekali. Tapi masyaallah anak sulung saya dikasih keistimewaan pinter gambar sejak balita. Mungkin nurun dari ayahnya yg jurusan arsitek ya. Sampai sekarang usia 14 tahun kl menggambar manga itu udah kayak komikus profesional aja, dalam setahun menyabet 10x juara 1 lomba menggambar di sekolahnya.

  9. Hehehe, aku jadi sadar nih bisa jadi selama ini beberapa hal kuanggap sulit karena akunya enggak percaya diri, ekspektasi terlalu tinggi, dan harus bagus untuk dinilai. Reminder deh jadinya. Aku sendiri baru bisa gambar kalau ada contoh gambarnya dan itupun hasilnya penyok sana sini hehehe. Tapi kalau pas SD aku udah gambar gunung, rumah-rumahan atau bebekn aja udah seneng banget dengan warna yang belepotan

  10. Aku rasa setiap orang bisa mebggambar, tinggal kita nya aja mau atau tidak mekatihnya agar hasilnya kebih bagus.
    Kalau masih bersekolah untuk pelajaran menggambar paling favorit menggambar sawah beserta pegunungannya

  11. Saya juga kesulitan saat menggambar. Pas diimajinasikan bagus sekali, tapi pas direalisasikan goresan saya kasar sekali. Kata teman saya yang seorang illustrator, harus dibiasakan agar bisa

  12. Dibilang sulit, mungkin ya ituuu…belum apa-apa harus bagus dan sesuai tampak aslinya. Ya jelas sulit. Lagi pula tidak bisa dipaksakan sih, karena berkaitan dengan kemampuan belahan otak yang mana. Kalau dominan otak kiri, akan sulit harus menggambar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *