Latihan Melukis Dasar (Pemula Wajib Tahu!)

Melukis, terdengar sulit untuk dilakukan tapi juga menyenangkan. Kegiatan positif ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi tugas praktek pelajaran seni budaya di sekolah. Ternyata melukis juga bisa digunakan untuk terapi atau sekedar hobi. Melukis bisa dilakukan oleh siapa saja dan untuk tujuan yang berbeda. Namun, ada beberapa persiapan berupa latihan dasar melukis yang harus dikuasai terlebih dahulu.

Sama seperti kegiatan hobi lainnya, melukis juga memiliki teknik dasar yang sebaiknya dilalui terlebih dahulu. Teknik dasar ini adalah pondasi. Ibaratnya ketika membangun rumah, maka pondasi harus dibangun kuat agar nantinya rumah tetap kokoh.

Berikut beberapa latihan dasar dalam melukis yang perlu kita kuasai.

Latihan Dasar Melukis

1. Pengenalan alat-alat melukis

pengenalan alat-alat melukis

Jika akan berperang, maka harus tau musuh. Tetapi, kalau ingin melukis, ketahui dulu alat-alat dan fungsinya.

Nah, sebelumnya telah dibahas secara detail mengenai alat-alat yang harus digunakan saat melukis. Tujuan mengenal alat ini adalah agar kita mempersiapkannya di awal.

Adapun peralatan melukis yang setidaknya disiapkan terlebih dahulu yaitu media melukis, pewarna, kuas, tempat kuas, tempat persediaan air/pengencer, lap atau serbet, dan easel. Untuk easel sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan jika anda lebih nyaman menggunakan meja atau lantai.

2. Beda Pewarna, Beda Teknik

Sebelum memulai latihan dasar melukis, sebaiknya kita mengenal macam-macam pewarna. Mengenal pewarna sangat penting untuk dilakukan. Alasannya tidak lain adalah karena jenis cat yang berbeda akan menghasilkan lukisan yang berbeda pula. Teknik yang digunakan juga berbeda karena masing-masing jenis cat memiliki karakteristik yang khas.

Untuk cat air misalnya, penggunaannya biasanya diencerkan terlebih dahulu. Pencampuran warna dilakukan di atas palet dengan bantuan kuas dan tambahan air.

Berbeda dengan akrilik dan cat minyak. Penggunaan kedua cat ini seringkali tidak harus dilakukan pengenceran terlebih dahulu. Oleh karena itu, hasil lukisan akan tampak lebih bertekstur dan tebal.

3. Media untuk Melukis

Hal menarik yang dapat kita temukan saat melukis adalah perbedaan penyerapan warna pada media yang berbeda.
Media yang dimaksud di sini adalah kertas, kanvas, kayu, maupun benda lainnya. Ketika anda menggunakan cat air untuk melukis di kertas, maka penyerapan warna akan lebih cepat daripada di kanvas.

Kedua karakteristik ini menghasilkan keuntungan bagi teknik-teknik melukis tertentu. Utamanya ketika anda ingin menerapkan teknik wet on wet. Warna yang berbaur akibat penyerapan media dan air akan menimbulkan kesan warna yang indah.

Untuk pelukis pemula, disarankan untuk menggunakan kertas yang tebal karena harganya lebih murah dari kanvas.
Mengapa tidak menggunakan kertas gambar biasa?

Tidak masalah jika anda menggunakan kertas gambar biasa. Namun yang menjadi catatan adalah kertas tersebut sangat mudah menyerap air. Hal ini menyebabkan kertas akan mudah menggelombang. Bahkan jika tekniknya salah, kertas bisa gampang berlubang.

Jika terpaksa menggunakan kertas gambar yang tipis, maka sebaiknya cat yang anda gunakan tidak terlalu encer. Selain itu, hindari melukis dengan cara ‘menggosok’ kertas karena akan membuat kertas berlubang.

4. Mengenal Kuas

pengenalan kuas - latihan dasar melukis

Setelah langkah-langkah di atas selesai dilakukan, saatnya mengenal senjata dari melukis ini. Jika anda amati, model kuas sangat beragam. Ada yang berbentuk seperti kipas, ada yang berukuran sangat besar, bahkan kuas yang sangat kecil pun ada.

Sebelum anda mulai melukis, hendaknya anda mengetahui jenis dan fungsi kuas. Seperti misalnya flat brush yang digunakan untuk menghasilkan bentuk usapan yang bersudut siku-siku.

5. Latihan Menggunakan Kuas

latihan dasar melukis

Kini anda tiba ditahap yang sedikit membutuhkan kesabaran. Latihan menggunakan kuas adalah latihan dasar melukis yang tidak boleh dilewatkan sedikit pun. Bagaimana cara melakukannya?

Pertama, ambillah kuas berbentuk round ukuran apa saja. Celupkan kuas ke dalam cat air yang telah diencerkan. Mulailah membuat usapan halus dari arah bawah ke atas dengan cara tidak terlalu menekan kuas.

Setelah itu cobalah untuk membuat usapan yang tebal. Caranya adalah dengan sedikit menekan kuas ke atas kertas. Lakukan sampai anda terbiasa dan puas dengan hasil usapan.

Masih dengan kuas yang sama, buatlah garis zig zag dan bergelombang. Kelihatannya cukup mudah, namun anda perlu terbiasa untuk melakukannya hingga menghasilkan bentuk yang stabil.

Latihan selanjutnnya yaitu menggunakan kuas round kecil. Celupkan kuas ini ke dalam cat yang diencerkan sedikit (masih kental). Kemudian buatlah garis lurus perlahan-perlahan dengan kuas tersebut.

Sedikit membuat tangan pegal-pegal memang. Tapi kalau kata iklan di TV, “no pain, no gain”. Hehehe.

6. Mengenal Teknik-teknik Dasar

Wah, sampailah kita di tahap serius banget alias paling penting dan sudah naik level. Ada banyak sekali teknik-teknik dasar dalam melukis. Namun kali ini saya akan membahas dua teknik utama dalam melukis.

Teknik yang pertama adalah wet on wet.

Pada dasarnya teknik ini adalah melukis di atas permukaan media yang basah. Untuk menghasilkan lukisan yang bagus, biasanya pelukis akan membasahi kertas di bagian tertentu saja. Semakin basah permukaan kertas, maka penyebaran cat akan lebih luas. Bergitu juga sebaliknya.

Teknik ini biasanya dilakukan dengan menggunakan brush jenis round karena lebih fleksibel. Warna yang diusapkan akan mengalir ke bagian kertas yang basah. Anda juga bisa mencampurkan beberapa warna di atasnya. Hasil wet on wet akan terlihat seperti ini.

wet on wet
wet on wet

Teknik yang kedua adalah wet on dry.

Perbedaan dengan teknik sebelumnya adalah, pada tenik wet on dry cat air diusapkan di permukaan kertas yang kering. Teknik ini biasanya digunakan untuk menghasilkan warna yang tegas.

Jika anda ingin melukis gambar yang tegas atau detail-detail gambar, maka sangat disarankan untuk menggunakan teknik ini. Hasil dari teknik wet on dry adalah sebagai berikut.

perbedaan wet on wet dan wet on dry
perbedaan wet on wet dan wet on dry

7. Belajar Pencampuran Warna

Saat kita masih di sekolah dasar atau mungkin taman kanak-kanak, kita diajari bahwa warna biru dan kuning jika bercampur menghasilkan warna hijau. Ternyata ilmu itu sangat berguna dalam melukis.

Pencampuran warna ini sangat menarik untuk dilakukan. Berikut beberapa kombinasi atau campuran warna yang harus anda coba.

Kuning + biru = hijau
Merah + biru = ungu
Merah + kuning = oranye
Kuning + putih = kuning muda
Merah + putih = merah muda
Kuning + hijau = hijau muda
Merah + hitam = coklat
Hijau + biru = hijau zamrud
Kuning + hitam = hijau lumut
Hitam + putih = abu-abu

8. Mulai Mewarnai dengan Kuas

Jika teknik dasar di atas telah dikuasai, saatnya mewarnai gambar. Pertama-tama, buatlah sketsa tipis dengan pensil. Saran saya, sketsa yang dibuat harus besar dan tidak terlalu banyak lengkungan atau sudut. Anda bisa menggambar dua buah apel atau bola.

Kemudian beri warna benda tersebut dengan menggunakan teknik yang telah anda pelajari. Pastikan warna tidak terlalu keluar dari garis tepi gambar.

Padukan juga dengan warna lain agar lukisan anda semakin menarik. Anda juga bisa melukis gambar lain dengan teknik yang lain. Kemudian bandingan hasilnya.

Setelah mencoba berbagai teknik, mulailah untuk menggabungkan teknik-teknik yang sudah anda pelajari sebelumnya. Tips untuk penggunaan teknik tersebut adalah lakukan terlebih dahulu metode wet on wet. Kemudian buat corak yang tegas dengan menggunakan metode wet on dry.

9. Amati, Tiru, Kembangkan Skill

Latihan dasar melukis anda telah sampai di tahap terakhir. Di tahap ini latihan yang dilakukan adalah melukis kembali lukisan orang lain untuk mengembangkan skill. Tidak perlu terburu-buru untuk memodifikasi karya tersebut. Karena yang dibutuhkan adalah skill yang semakin baik.

Pilih lukisan yang mudah dan sederhana. Temukan ciri khas lukisan anda ketika proses melukis. Setelah beberapa kali mencoba dan mendapatkan hasil yang memuaskan, anda bisa mencoba untuk melukis dengan imajinasi dan karakteristik anda sendiri.

Latihan dasar melukis di atas bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Tidak perlu takut salah atau takut dikritik. Tidak ada yang salah dari mencoba dan belajar hal baru yang positif. Semua teori dan teknik telah anda pelajari. Kini saatnya melukis sendiri dengan percaya diri.

Good Luck!

nomsaa

18 thoughts on “Latihan Melukis Dasar (Pemula Wajib Tahu!)

  1. Mulai kecil sampai remaja kalau disuruh melukis ya tetap sama. Yaitu 2 gunung, ditengah-tengah ada jalan raya. Dikanan kiri jalan raya ada sawah. Tidak lupa 5 burung ,dan matahari diantara 2 gunung. Hehehe

  2. Serius saya sama sekali enggak bisa membuat pola atau gambar. karena butuh ketelitian yang tingkat dewa. Dapat dibayangkan saya orangnya cepat bosanan.

    1. Latihan melukis pertama perlu kesabaran dan ketelatenan bener ga sie tuh, beda alat kuas dan warna, beda pula tekniknya ya kak. Makasih sharing bermanfaatnya ya kak.

  3. Ini nih yang wajib saya ikuti, hehe. Ternyata ada teknik-tekniknya ya. Selama ini gambar tuh asal-asal aja. Jadinya juga asal-asalan hehe. Tapi bakat itu ngaruh gak ya? Soalnya kayaknya saya rasanya gak bakat gambar hehe

  4. Sejak kecil aku payah dalam menggambar. Kelas 2 SD nilai Kertakesku 6. Padahal mapel lainnya tidak ada yang 7. Semuanya 8 dan 9. Sampai sekarang belum berani dan belum bisa melukis. Hehe… Tapi kayaknya perlu mencoba lagi kalau habis baca artikel ini

  5. Teknik cat air itu sulit. Wet on wet apalagi. Tapi penasaran yah. Excited aja aku sih, ngeliat warnanya bleber menjadi satu. Aaaah…jadi kangen melukis lagi nih aku. Mau mulai maju mundur, soalnya suka lupa waktu. Hehe…

  6. Kalau menulis sebagai terapi dan hobi berarti gak usah bagus menurut penglihatan orang yang mbak, yang penting bisa bikin seneng hehe. Coba ah aku mau praktekkin langkah dasar melukisnya. Rindu akutu sama cat air, terakhir pakai pas ada mata pelajaran kesenian di SMP 🙂

  7. Mencoba penerapan “wet on dry” dan “wet on wet” ini sebenre udah sejak lama pengen. Tetapi entah kenapa sejak Aria pindah haluan ke spidol, kami belum jadi-jadi buat nyobain. aahhaha.

  8. Terimakasi sudah share ilmunya mbak, tapi saya punya pertanyaan. Kalo misalnya dalam melukis atau menggambar itu perlukah untuk mepertebal garis sketsa atau lebih baik di tabrak dengan warna saja?

  9. Ternyata melukis itu banyak pula persiapan dan tekniknya ya. Tidak sesederhana menggambar dengan alat tulis seperti yang dulu sering saya lakukan (ketika masih di bangku sekolah dasar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *